Kronologi dan Penemuan
Penemuan mayat pertama kali dilaporkan setelah muncul bau busuk dari sebuah mobil Tesla di sebuah tow yard di Hollywood pada sekitar 8 September 2025. Polisi kemudian melakukan identifikasi dan mengonfirmasi bahwa kendaraan tersebut terdaftar atas nama asli D4vd, yaitu David Anthony Burke.
Korban diidentifikasi bernama Celeste Rivas Hernandez, seorang remaja berusia 15 tahun yang telah hilang sejak April 2024. Fisiknya sudah membusuk, dan korban ditemukan dalam kondisi dimutilasi, dibungkus plastik. Tato di jari telunjuk kanan bertuliskan "Shhh...", pakaian terdiri dari tube top, legging hitam, gelang kuning, dan anting stud menjadi bagian dari petunjuk identifikasi.
Pembatalan Tur dan Dampaknya
Akibat terkuaknya kasus ini, D4vd memutuskan untuk membatalkan konser-konser yang tersisa dalam rangkaian tur Withered 2025 di Amerika Serikat. Di antara konser yang dibatalkan ialah show di San Francisco (19 September) dan di Los Angeles (20 September), serta penampilan yang sedianya digelar di Museum Grammy di LA pada 24 September.
Selain di AS, beberapa konser di Eropa juga dilaporkan dibatalkan. Tur Eropa yang seharusnya dimulai Oktober, termasuk venue di Norwegia, Swedia, Denmark, Belanda, Irlandia, Skotlandia, Prancis, Swiss, dan Jerman, termasuk yang terkena pembatalan.
Respon & Penyelidikan
LAPD tengah melakukan penyelidikan atas kasus kematian Celeste Rivas Hernandez. Rumah D4vd di Hollywood Hills telah digeledah sebagai bagian dari proses penyelidikan. Beberapa barang bukti telah diamankan dari kediaman tersebut.
D4vd melalui perwakilannya menyatakan akan sepenuhnya kooperatif dengan pihak kepolisian. Sementara itu, pihak label rekamannya juga menunda rilis materi promosi tambahan, termasuk versi deluxe album Withered.
Reaksi Publik dan Isu yang Muncul
Berita penemuan mayat serta pembatalan konser wisata tur ini cepat menyebar ke media dan media sosial. Banyak penggemar yang kaget dan menunggu klarifikasi resmi. Isu tentang hubungan pribadi D4vd dengan korban, detail kronologi penemuan mayat, dan bagaimana pihak penyelenggara konser menanggapi situasi ini menjadi topik pembicaraan hangat.
Ada juga kritik kepada penyelenggara dan pihak terkait tentang tanggung jawab dalam keamanan, etika, dan transparansi dalam kasus ini. Beberapa venue dan mitra menghapus jadwal dan promosi, sementara fans mencoba mendapatkan refund tiket.
Kesimpulan
Pembatalan tur D4vd terjadi di saat yang sangat kontroversial dan tragis, yakni setelah munculnya kasus penemuan mayat remaja di dalam mobil yang terdaftar atas namanya. Keputusan ini menjadi langkah responsif kepada penyelidikan yang tengah berjalan, tetapi dampaknya sudah terasa luas baik dari sisi publik, hukum, maupun industri musik. Semua pihak kini menunggu kelanjutan penyelidikan polisi dan hasil hukum yang akan keluar.