Depok - Indonesia, Suasana penuh kegembiraan menyelimuti lingkungan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) pada hari wisuda, ketika ratusan mahasiswa, dosen, serta alumni tumpah ruah mengikuti arak-arakan wisudawan. Tradisi tahunan ini kembali digelar secara meriah setelah sempat vakum karena pandemi beberapa tahun lalu, dan kini tampil lebih semarak dengan kreativitas tanpa batas dari setiap jurusan.
Sejak siang menuju sore, area kampus PNJ sudah dipenuhi warna-warni spanduk, bendera jurusan, dan kostum unik yang mencerminkan identitas mahasiswa. Sorak-sorai yel-yel mengiringi langkah para wisudawan yang berjalan gagah dengan toga dan jas almamater. Tak hanya mahasiswa aktif, para alumni juga tampak hadir memberikan dukungan, menjadikan acara ini semacam reuni besar yang hangat.
Setiap jurusan berusaha menampilkan keunikan mereka: mahasiswa Teknik Mesin membawa miniatur mesin karya sendiri, Teknik Elektro menghadirkan properti lampu warna-warni, sementara jurusan Akuntansi tampil kreatif dengan dekorasi uang kertas imitasi yang ditaburkan di sepanjang arak-arakan. Pemandangan ini membuat suasana kampus bak festival budaya, di mana semangat kebersamaan dan identitas jurusan berpadu dengan euforia kelulusan.
Bagi para wisudawan, momen ini menjadi pengalaman emosional. “Kami sudah berjuang bertahun-tahun di kampus ini, dan hari ini rasanya semua terbayar lunas. Melihat adik tingkat, teman, bahkan dosen ikut menyemangati membuat hati kami terharu,” ujar Nadia, wisudawati dari Jurusan Administrasi Niaga.
Arak-arakan juga mendapat perhatian masyarakat sekitar. Warga Depok yang melintas di sekitar kampus menyempatkan diri berhenti untuk menonton, bahkan ikut bersorak menyemangati. Beberapa orang tua mahasiswa juga tampak bangga menyaksikan anak-anak mereka dirayakan dengan begitu meriah.
Tradisi arak-arakan ini tidak hanya menjadi perayaan keberhasilan akademik, tetapi juga bukti eratnya persaudaraan di PNJ. Lebih dari sekadar seremoni, arak-arakan adalah warisan kampus yang mengajarkan solidaritas, rasa bangga, dan semangat kebersamaan. Seperti yang dikatakan salah satu dosen senior, “Setiap kali melihat arak-arakan ini, saya selalu yakin bahwa PNJ tidak hanya melahirkan tenaga profesional, tapi juga keluarga besar yang saling mendukung hingga kapan pun.”